Thursday, December 18, 2014

Aku Mencintaimu Suamiku (part3/end)


“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu. seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga. Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

Keesokan harinya…
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.

Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?
Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?
Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

==========================
===========================

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah..
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi..
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela..
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.
''Ayah.. aku kangen Ayah..''
================================================== ===
’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..
Bunda akan selalu hidup dihati ayah..
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..

’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.

Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
’’Ayah Sayang Bunda…."

Wednesday, December 17, 2014

Pameran Pendidikan Jepang Desember 2014


Kepada Peminat Belajar di Jepang.

Berikut kami informasikan pameran pendidikan Desember 2014 di Jakarta dan Bandung.
Untuk pameran pendidikan kali ini, dari kedutaan Jepang akan hadir untuk menjelaskan beasiswa Monbukagakusho di Jakarta.

Semoga informasinya bermanfaat.
Mohon maaf bagi yang tidak berkenan.

--------------------------------------------------

Pameran Pendidikan Jepang Desember 2014.

JAKARTA : Sabtu 20 Desember 2014
Hall Japan Foundation Lantai 2
Gedung Summitmas 1, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta Selatan

BANDUNG : Minggu 21 Desember 2014
Ruang Serbaguna, Gedung 2 Lantai 4, Kampus UNPAD Dipati Ukur
Jl. Dipati Ukur, Bandung

Waktu : 10 : 00 - 16 : 00

Universitas : Shizuoka University, Ritsumeikan University, Tokyo International University, Kansai University of International Studies.

Sekolah Bahasa : Kyoto International Academy

Lembaga Pemerintah (Jakarta Saja) : Kedutaan Besar Jepang (Beasiswa Monbukagakusho), JASSO

Cara Registrasi :
1. Like Facebook Belajar di Jepang
https://www.facebook.com/belajardijepang.co.id

2. Joint Event Pameran Pendidikan
Jakarta : https://www.facebook.com/events/307951422747832/
Bandung : https://www.facebook.com/events/1580805238822905/

Untuk informasi :
PT. Fuji Staff Indonesia
Tel : +62 -21-252-3716
Email : sjapan@fujistaff.co.id

AUSTRALASIAN CONFERENCE ON BUSINESS AND SOCIAL SCIENCES 2015

AUSTRALASIAN CONFERENCE ON BUSINESS AND SOCIAL SCIENCES 2015, SYDNEY
IN PARTNERSHIP WITH THE JOURNAL OF DEVELOPING AREAS (The JDA, USA)


Date: April 13 – 14, 2015
Venue: Central Queensland University - Sydney Campus, 400 Kent Street, Sydney NSW 2000, Australia

Conference Website: https://www.aabss.org.au/conference/acbss-2015-sydney


CALL FOR PAPERS

The ACBSS Conference 2015 in partnership with the Journal of Developing Areas invites conceptual, theoretical, empirical, and experimental research papers and short communications for presentations in any field of business or social sciences at its upcoming international conference in Sydney, Australia. The conference is expected to disseminate knowledge and build network with global academics, researchers, practitioners, policymakers, and publishing outlets such as the JDA and four AABSS journals.

CONFERENCE TRACKS

•       Accounting – auditing, business, social and environmental Business – SMEs, MNEs, strategy, CSR, environmental, sustainable and responsible business
•       Economics – micro, macro, managerial, international, financial, public, regulatory, environmental, development, agricultural, natural resources, climate change, knowledge
•       Education - pedagogy, learning and teaching, educational psychology, curriculum and instruction, e-learning, blended learning, flipped, pathway, enabling, work integrated learning, MOOCs, executive training, training and development, educational leadership
•       Entrepreneurship – product, innovation, social, political, knowledge, corporate venturing, digital media
•       Finance – corporate, international, green finance, financial reporting, public finance, financial markets, financial services, behavioural
•       International Business – entry modes, strategy, expansion, mergers & acquisitions, trade, CSR
•       Management – human resources, international HR, business, cross cultural, corporate governance, financial resources, gender issues, technological resources, natural resources, knowledge, ICT
•       Marketing – international, consumer research, market research, policy research, sales research, pricing research, distribution, advertising, packaging, product, media
•       Social Business – Socially responsible enterprise, environmentally conscious enterprise, sustainopreneurship, and any other related topics
•       Social Sciences – anthropology, communication studies, demography, development studies, information and communication studies, international studies, journalism, library science, human geography, history, law, linguistics, political science, public administration, psychology, sociology

SPECIAL ATTRACTION: JOURNAL OF DEVELOPING AREAS (Ranked B in ABDC 2013/ERA 2010 Lists)

ACBSS 2015 gives participants an opportunity to publish their full-fledged conference papers in the Journal of Developing Areas (The JDA), which has been a highly recognised multidisciplinary international journal since 1966. The JDA’s Editorial Advisory Board includes eminent personalities as Economics Nobel Laureate Professor Eric Maskin and the World Bank Chief Economist Dr Kaushik Basu. Full-fledged submissions, which do not meet the JDA’s acceptance criteria, will be considered for publication in one of the following peer-reviewed journals:
•       Australian Journal of Business and Economic Studies (AJBES)
•       Australian Journal of Business, Economy and the Environment (AJBEE)
•       Australian Journal of Sustainable Business and Society (AJSBS)
•       Australian Journal of ICT Research (AJICTR)

Regardless of this, all the submissions that have been accepted for presentation will be published as conference proceedings with an ISSN.

FURTHER INFORMATION, SUBMISSION INSTRUCTIONS, REGISTRATION & PAYMENT
For further information, submission, registration and payment, please click on this link: https://aabss.org.au/conference/acbss-2015-sydney

KEY DATES

Abstract/Full Paper Submissions Close
Friday, February 20, 2015

Camera-ready Paper Submissions and Registration Deadline
Monday, March 16, 2015

Thank you and I look forward to meeting you at the conference.


Associate Professor Stephen Boyle
Conference Chair
Australian Academy of Business and Social Sciences Conference 2015
PO Box 12014
Sturt Street
Adelaide, SA 5000
Australia
E-mail: conference@aabss.org.au
www.aabss.org.au

Tuesday, December 16, 2014

Alasan-Alasan Kenapa Mahasiswa Psikologi Pantas Kamu Jadikan Belahan Jiwa

Oleh : Afnan Zakia


Banyak yang bilang mahasiswa Psikologi nantinya akan menjadi paranormal, karena mereka bisa menerawang sifat dan kepribadian seseorang. Atau mahasiwa Psikologi nantinya akan bekerja di rumah sakit jiwa saja. Ada juga yang takut karena psikolog dianggap selalu berhubungan dengan orang-orang yang memiliki penyakit gangguan jiwa, seperti skizofrenia.
Kebanyakan stereotip-stereotip yang beredar tentang anak Psikologi itu salah kaprah. Dibilang tukang ramal, temenannya sama orang gila… padahal ya nggak gitu juga. Karena itu, di artikel ini kita akan menelaah sisi lain yang tak banyak orang tahu dari mahasiswa Psikologi. Ini mungkin akan mengubah mindset kamu tentang anak jurusan ini. Atau bisa juga, kamu malah akan kepincut dengan anak Psikologi! :’p

1. Tak Usah Khawatir Dia Tiba-Tiba Gusar, Karena Mahasiswa Psikologi Sudah Pasti Penyabar

Kesabaran mereka sudah terlatih dan teruji
Kesabaran mereka sudah terlatih dan teruji via psikologiusb.wordpress.com
Dalam pendidikannya, anak Psikologi dituntut untuk sabar, bukan karena kurikulum dan pelajaran serta teori-teori psikologi yang bejibun, tapi juga karena nanti saat di dunia kerja anak Psikologi akan berhadapan dengan ribuan masalah. Bukan hanya masalah kehidupan pribadinya sendiri, tetapi juga masalah-masalah para kliennya yang bermacam-macam pula.
Memang, di dalam pendidikan sampai di dunia kerjanya nanti, orang-orang dari Psikologi ini memakai kesabaran sebagai kunci utamanya, karena mereka harus teliti dalam kegiatan observasi maupun analisisnya. Anak Psikologi selalu dituntut untuk menggunakan kesabaran yang ekstra tinggi, baik dalam bidang pendidikan, klinis, perkembangan, dan lain-lainnya. Kesabaran anak Psikologi sudah teruji dan terasah, jadi bisa kebayang ‘kan gimana sabarnya anak Psikologi?


2. Tak Usah Cemas Kamu Tak Dimengerti, Karena Anak Psikologi Adalah Pribadi Dengan Kepekaan Tinggi

Mereka adalah orang-orang yang peduli
Mereka adalah orang-orang yang peduli via www.solopos.com
Anak Psikologi juga bergerak dalam bidang sosial. Dalam kesehariannya, mereka harus sering berinteraksi dengan klien-kliennya dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Dalam proses penanganan dan penyembuhan itu, tentunya seorang Psikolog harus bisa menganalisa dari berbagai aspek, termasuk aspek sosialnya.
Dia dituntut untuk selalu peka terhadap segala permasalahan yang dihadapi oleh klien-kliennya. Karena itulah, anak-anak Psikologi sudah tentu memiliki rasa simpati dan empati yang tinggi terhadap orang-orang di sekelilingnya. Jangan takut jika suatu saat nanti kamu akan dicuekin. Dia tak akan melakukan hal itu, karena dia sangat peduli dengan hal-hal sederhana yang ada di sekelilingnya.


3. Anak Psikologi Punya Pengetahuan yang Luas. Dengannya, Kamu Tak Akan Kehabisan Bahan Bicara.

Mereka punya pengetahuan yang luas
Mereka punya pengetahuan yang luas via psikologi.ub.ac.id
Kata siapa anak Psikologi cuma belajar soal sosial saja? Anak Psikologi mempelajari ilmu alam juga, lho! Mereka akan mempertimbangkan dan menilai sesuatu dari dua sudut pandang yang berbeda. Contohnya saja, jika ada klien yang merasakan sakit kepala setiap kali ada masalah yang menimpa mereka, seorang Psikolog tidak langsung memvonis pasien tersebut terkena depresi atau yang lainnya, tetapi mereka juga harus menganalisis melalui keadaan fisiologis klien tersebut.
Dalam perkuliahannya, anak Psikologi belajar ilmu Psikologi dalam pandangan ilmu pengetahuan alam. Seperti ilmu Fisika, Kimia, sampai Biologi dan Matematika. Contoh-contoh mata kuliah yang berhubungan dengan ilmu eksakta itu seperti Psikologi Faal yang membahas tentang fisiologis manusia, anatomi sampai penyakit-penyakit psikologis. lalu ada juga Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis sampai Psikometri.
Jika kalian mempunyai pasangan anak Psikologi,jangan takut kehabisan bahan obrolan, karena dari ilmu sosial sampai ilmu eksakta, mereka juga menguasai. Mereka bisa membahas sebuah permasalahan dari dua sudut pandang yang berbeda!


4. Biasa Menghadapi Berbagai Situasi Ekstrem, Anak Psikologi Punya Pengertian Tingkat Tinggi

Dia bisa mengerti dirimu dari perilakumu
Dia bisa mengerti dirimu dari perilakumu via Diamaumenjadipendengarsetiamu
Gimana nggak pengertian coba, hampir setiap hari mereka mempelajari tentang perilaku manusia. Mulai dari  menganalisis perilaku seseorang, bagaimana cara yang baik dalam melakukan sebuah pendekatan terhadap kliennya, hingga mempelajari bagaimana cara memberi pengertian yang baik tentang masalah-masalah klien-nya.
Dari situ kita sudah bisa simpulkan bahwa mereka punya kelebihan dalam memahami kepribadian, sifat, dan keinginanmu. Bahkan jika kamu tidak meminta pun, mereka masih bisa memperhatikan dan menafsirkan keinginanmu lho. Bukan karena dia bisa menerawang seperti layaknya cenayang, tapi itu karena anak Psikologi bisa melihat dan menafsirkan seseorang melalui komunikasi non verbal, seperti gerak-gerik kamu di depan dia sampai pandangan matamu.

5. Jika Kalian Suka Dengan Dunia Entrepreneur, Anak Psikologi Adalah Pasangan Duet yang Paling Serasi Untukmu

Dia bisa memberimu saran mengenai bisnismu
Dia bisa memberimu saran mengenai bisnismu via www.djarumfoundation.org
Tahukah kalian bahwa seseorang yang berprofesi sebagai staf HRD adalah kebanyakan dari Psikologi? Yup, anak Psikologi juga belajar pelajaran Psikologi Industri dan Organisasi, dimana mereka akan belajar tentang bagaimana seluk beluk dunia bisnis, tentang perekrutan karyawan sampai strategi-strategi yang bisa diterapkan di perusahaan.
Di beberapa Universitas yang masih memakai kepeminatan, ada juga yang menyediakan kepeminatan Psikologi Industri, yang nantinya akan melahirkan calon-calon HRD yang berkompeten.
Kalau kamu saat ini sedang menggeluti bidang entrepreneur, pasangan yang paling cocok untukmu adalah anak Psikologi. Dia akan selalu senantiasa memberikan masukan-masukan yang hebat yang bisa membantumu untuk mengembangkan bisnis yang sedang kamu rintis. Dengannya, kamu bisa menjadi pasangan entrepreneur yang hebat.


6. Terbiasa Mendengarkan dan Menganalisis Kata-Kata, Dia Bisa Menjadi Pendengarmu yang Paling Setia

Dia mau menjadi pendengar setiamu
Dia mau menjadi pendengar setiamu via www.unpad.ac.id
 Anak Psikologi dipersiapkan untuk menjadi seorang konselor dan calon psikolog yang bisa mendengarkan semua keluhan dari kliennya. Berbagai macam keluhan dan juga permasalahan harus ia tampung dengan dengan tangan terbuka, meskipun terkadang keluhan-keluhan tersebut cukup ‘pedas’ di telinga. Tetapai, apapun keadaannya, dia harus sabar mendengar semua keluhan pasiennya. Bahkan anak Psikologi punya kata-kata seperti ini:
 “Kita di ibaratkan menjadi tempat sampah yang paling mahal dan paling bagus, karena tugas kami hanya menampung masalah-masalah yang menyesakkan para klien kami. Tapi kami juga bersyukur karena kami telah membersihkan apapun yang menyesakkan di dalam hati dan otak para klien kami.”
Saat kita ingin mencurahkan sesuatu kepada seseorang, tak selalu berarti kita ingin diberikan sebuah solusi penyelesaian. Terkadang kita hanya membutuhkan seorang yang mau memasang telinganya untuk mendengarkan seluruh keluh kesah kita. Untuk urusan ini, anak Psikologi lah juaranya. Jika ia diminta untuk menjadi seorang penasihat, dia akan memberikan nasihat terbaiknya, Tapi jika dia hanya diminta untuk menjadi seorang pendengar, dia akan menjadi seorang pendengar setiamu.


7. Bersamanya, Kamu Bisa Bebas Berkonsultasi Tentang Segala Permasalahanmu. Dan Dia Bisa Memberi Saran yang Paling Cocok Untukmu.

Kamu bisa berkonsultasi denganmereka gratis (dokumen pribadi)
Kamu bisa berkonsultasi denganmereka gratis (dokumen pribadi) via hipwee.com
Anak Psikologi pun hanya manusia biasa. Meskipun dia dididik untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan orang lain, ia juga punya permasalahan hidupnya sendiri. Tapi anak Psikologi juga saling membantu dan menjadi konselor pribadi bagi teman-temannya. Ibaratnya, anak Psikologi itu kuliah sambil terapi jalan. Dia juga selalu berkonsultasi mengenai permasalahannya dengan teman-teman atau bahkan dosennya sendiri.
Seperti halnya dirimu saat sedang menghadapi sebuah permasalahan, kamu pasti ingin sekali bercerita kepada seseorang yang bisa memberikan solusi permasalahanmu. Saat kamu bersamanya, semua permasalahanmu tak akan pernah menumpuk dan kamu bendung seorang diri. Dia akan selalu senantiasa mendengarkan keluh kesahmu, Dia pun akan dengan bijaksana memberimu saran dan solusi terbaik untukmu.


8. Dia Adalah Orang yang Bisa Kamu Percaya. Dia Tahu Pentingnya Menjaga Rahasia.

Dia bisa menjaga rahasiamu baik-baik
Dia bisa menjaga rahasiamu baik-baik via himappb-uny.com
Pernahkah kamu curhat kepada seseorang yang sudah kamu percaya, eh… ternyata orang itu membocorkan rahasiamu? Yup, tak semua teman dekatmu layak kamu beri sebuah kepercayaan. Banyak orang-orang di sekitarmu yang mengaku dekat denganmu, tetapi pada nyatanya dialah yang mengkhianatimu. Sebuah kepercayaan itu mahal harganya, oleh karena itu jangan pernah berikan pada orang-orang yang murah.
Tetapi berbeda halnya dengan anak Psikologi. Soal kepercayaan, mereka bisa kamu andalkan.Anak Psikologi telah dididik dan dipersiapkan untuk menjadi seorang konselor yang baik dan benar. Dan dalam menggeluti profesinya tersebut, mereka wajib untuk mengiuti kode etik Psikologi, dimana di dalamnya mewajibkan mereka untuk menjaga rahasia klien-klien mereka. Karena itulah, kamu tak perlu khawatir jika ingin berbagi keluh kesah permasalahan hidup. Rahasiamu akan aman di tangan anak Psikologi.


9.Anak Psikologi Termasuk yang Paling Tahan Pada Berbagai Kondisi Sosial

Dia terbiasa bertemu dengan orang dari berbagai kondisi lapisan masyarakat
Dia terbiasa bertemu dengan orang dari berbagai kondisi lapisan masyarakat (dokumen pribadi) via hipwee.com
Karena memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, dan mereka seringkali melakukan observasi di banyak tempat dan banyak bertemu dengan bermacam-macam tipe manusia yang memiliki keunikan yang berbeda-beda, mereka sangat terbiasa untuk bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan sosial yang ia temui. Mereka sering melakukan observasi di lingkungan sekitarnya, lingkungan gang dan kelompok-kelompok masyarakat, sampai lingkungan orang-orang yang berkebutuhan khusus.
Anak Psikologi dilatih untuk tahan dalam menghadapi semua kondisi lingkungan yang sedang ia hadapi. Tak hanya mencoba untuk beradaptasi,kadangkala mereka bahkan harus bisa mengganti kondisi sebuah lingkungan menjadi lebih baik lagi dari biasanya. Karena itulah mereka bisa sangat mudah untuk bisa bertahan dan menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi lingkungan. Dia tahu bagaimana cara memposisikan dirinya dengan lingkungannya. Dia bisa dengan mudah melebur dengan teman-teman, saudara dan keluargamu dengan mudah.


10. Mereka Adalah Calon Orangtua yang Baik. Dengannya, Kamu Bisa Mendidik Anak-anakmu dengan Cara yang Ideal.

Sayang anak...
Sayang anak… via meditasite.wordpress.com
Inilah yang patut kamu perhitungkan dari anak Psikologi. Anak Psikologi juga belajar mengenai Psikologi Kepribadian, Pendidikan, Sosial, dan Perkembangan. Ini adalah bekal utama mereka untuk menjadi seorang calon orang tua kelak. Imu yang mereka pelajari dalam perkuliahan akan sangat berguna dan berfungsi dalam kehidupannya sebagai orang tua nanti. Mereka tahu dasar-dasar mengenai cara-cara mendidik anak sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Kamu tak perlu khawatir dengan perkembangan calon anak-anakmu nanti. Anak-anak Psikologi akan mengaplikasikan ilmu mereka pada rumah tangganya nanti. Mereka tentu akan membesarkan keturunanmu penuh dengan kasih sayang dan perhatian yang ekstra.

Nah, bagaimana menurutmu tentang anak Psikologi? Keren-keren bukan? Jadi, jangan sampai salah pengertian lagi mengenai anak-anak Psikologi ya! Setelah membaca ini, kamu pasti setuju ‘kan bahwa anak Psikologi adalah calon pasangan yang bisa menjadi belahan jiwamu? :D

Sumber : Hipwee

Monday, December 15, 2014

ASIYAH ISTRI FIRAUN DI TUNJUK SYURGA


'Assalamu'Alaikum.wr.wb,

Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan.
Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah dipundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya.

Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta 'ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.

Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya.
Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir'aun.

Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir 'aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya. Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, "Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?" Mereka menyanjungnya.Lalu Fir 'aun berkata lagi kepada mereka, "Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku. " Berkatalah mereka kepadanya, "Bunuhlah dia!"

Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri. Dimulailah siksaan itu, Fir 'aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Subhanallah ... saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat

secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.

Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya. Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah
Tabaroka wa Ta 'ala. Maka Allah pun tidak menyia- nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir 'aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo 'a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur'an, "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir 'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim. " (Qs. At- Tahrim:11)

Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir 'aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir 'aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya, maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya.

Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang tak berperikemanusiaan.

Saudariku..tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi disisi Allah Yang Maha Tinggi. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan.

Saudariku..tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu?
Apakah kita tidak malu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan disisi Allah, bukan di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta 'ala, surga dan kenikmatannya.

Saudariku ...jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit
kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan.

"WASALAM"


Oleh: Ikan Koki
Sumber: wattpad

About us

Powered by Blogger.

Popular Posts

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: setetes.embun810@gmail.com

Our Team Members